A Question Mark “?”


Entah pantas disebut jahat atau tidak. Mereka yang tak pernah sedikitpun membiarkanku melakukan, mendapatkan apa yang aku suka. Mereka selalu berusaha menjauhkanku dari segala yang aku suka. Sedari kecil selalu begini. Saat aku menemukan apa yang kusuka, mereka dengan segera menjauhkannya.

Apa salahnya seorang anak perempuan kecil bermain bola bersama anak lelaki lain. Toh mereka tidak jahat padaku, aku tidak mereka lukai, dan lagi kami bermain bola di halaman rumahku. Apa salahnya seorang anak perempuan kecil bermain berlarian mengejar layang-layang di lapangan. Toh lapangan itu luas dan jauh dari jalan raya. Apa salahnya seorang anak perempuan remaja mulai asik bermain dengan teman-teman perempuan lainnya. Toh kami hanya membicarakan hal-hal yang disukai perempuan remaja pada umumnya, dan lagi kami mengobrol di kamarku. Apa salahnya seorang anak perempuan remaja mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Toh aku hanya suka sekedar suka, tidak ada maksud untuk berhubungan yang serius. Apa salahnya seorang anak perempuan remaja menekuni hobinya. Toh hobi itu tidak membuatku rusak dan mampu membuatku dapat saling mengerti bahwa hidup ini tidak semuanya indah. Toh hobi itu tidak merugikanku dan orang-orang disekitarku. Apa salahnya seorang  remaja yang mulai beranjak dewasa mencintai dengan sangat satu orang lelaki. Toh lelaki itu tidak buruk seperti yang mereka kira. Karena manusia tiada yang sempurna.

Kenapa mereka selalu melarangku ini itu. Mereka pikir dengan melarangku bisa menjagaku dari segala hal buruk. Mereka pikir dengan mengiyakan larangan itu aku tidak akan melakukan seperti yang dilarang. Apa yang mereka takuti dan apa yang mereka larang justru menjadi dorongan bagiku untuk melakakukannya. Aku langgar semuanya di belakang mereka.

Terserah orang mau bilang tingkah dan pemikiranku ini seperti bocah. Tapi apa yang menjadi dasar pemikiranku tidak pernah kuanggap sebagai tindakan seorang bocah. Tahu begini lebih baik aku kabur sejak masa SMP. Tak perlu aku memikirkan bagaimana nasibku esok hari dan dikemudian hari. Yang terpenting aku tidak ada lagi di rumah itu. Aku terlalu takut untuk lari. Terlalu takut bagaimana bisa bertahan hidup jika aku lari. Berbeda dengan saat ini, aku telah dewasa, setidaknya ada ijazah SMA ditanganku yang bisa membantuku mencari kerja meski itu kecil-kecilan. Bisa saja aku kabur dari kejaran mereka yang terus menerkamku dengan tuduhan-tuduhan dan paksaan mereka. Tapi jika aku pergi, yang akan menjadi tersangka adalah dia. Semakin buruklah ia di mata mereka. Meski sebenarnya dia tidak buruk seperti yang mereka sangka. Ia tidak membuatku menjadi orang buruk, karena pada dasarnya aku sudah buruk. Mereka saja yang tidak tahu.

Lalu, apa yang seharusnya kulakukan sekarang. Lari. Kabur. Meninggalkan semuanya dan mencari tempat dimana aku bisa mengekspresikan semua yang aku punya. Akankah aku bahagia jika mengambil jalan itu? Tapi apa aku juga akan bahagia jikalau terus menuruti semua apa kata mereka? Dan meninggalkan ia meski itu untuk mereka?

Kenapa kita tidak diciptakan untuk bisa berdiri sendiri. Melakukan apa yang kita suka. Aku tahu di dunia ini kita hanya sementara. Hanya mampir untuk sekedar mencari bekal perjalanan yang selanjutnya. Tapi salahkah kita jika melewati jalan yang berbeda? Dosakah kita melalui seluruh tahapan yang berbeda? Kalau memang di dunia ini kita dituntut untuk menimbun bekal, lalu untuk apa ada yang namanya kasih sayang? Bukankah kasih sayang sesama manusia itu juga bisa menjadi bekal?

Hidup ini memang selalu dipenuhi tanda tanya. Semua tanda tanya. Hanya satu kitab yang dibaca pun tetap ada tanda tanya. Ada hadits pendamping pun semakin menambah tanda tanya. Ada orang pintar pun orang-orang tetap bertanya-tanya. Ilmu teknologi? Alat-alat canggih? Internet? Tidak menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang ada. Lalu bagaimana kita mendapat jawabannya? Darimana kita akan mengerti dan tahu apa yang selama ini menjadi pertanyaan mendalam dalam diri kita?

Advertisements
Published in: on August 24, 2010 at 7:32 PM  Leave a Comment  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://thefirefliesglow.wordpress.com/2010/08/24/a-question-mark/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: