WHICH ONE DO YOU GONNA CHOOSE? BEING SINGLE OR LIVING IN HELL?


Ohisashiburi mina-san~

So here I am again, giving you a treat for those who thirst with my writing *lol yeah like anybody waiting for it* .. This article I wrote some time ago *I don’t remember when* and practically was send to someone but din’t get any response yet.. And after a while thinking about updating my blog, I got confused what I have to write since I write a lot about fanfics I’am into recently, I decided to post it to you guys, but please don’t take it too seriously cause you need a lot of time to think about it and all.

Enjoy bitches~~ ILY<3

SINGLE IS A WAY MUCH BETTER WHEN YOU ALREADY FACE THESE PROBLEMS

Menjadi seorang Jomblowan atau Jomblowati pada abad seperti ini merupakan suatu hal yang bisa dibilang “memalukan”, “hina”, dan/atau “menyedihkan” untuk beberapa orang atau kelompok tertentu. Tidak terkecuali kamu yang membaca artikel ini. You will not read it if you think being a single is a good thing, right? Makan beli sendiri dimakan sendiri, nonton sendiri, main sendiri, tidur sendiri, mandi sendiri, lama-kelamaan ngomong sendiri. Being a high quality Jomblo is not easy, makanya kebanyakan orang lebih memilih untuk tetap berada pada status “berpacaran” ketimbang menjadi Jones alias Jomblo Ngenes. Tapi, untuk kamu yang sedang mengalami masalah-masalah yang disebutkan di bawah, alangkah lebih baik dan bijak jika kalian mengubah status kamu dari being taken into being single. Why?

(S)He told you (s)he was going with his/her mom/dad, but actually (s)he went to a date with a random girl/boy

Atau kita sebut sebagai a player (terutama hati-hati untuk kaum cewek kalau ketemu cowok  macem ini). Take a note that a player isn’t the same as a gamer, if you already told that (s)he is a gamer and a true gamer wont cheat just change your mind that “game” here isn’t the real game but a love game. Kalian mau ditipu berjuta-juta kali? Dia pamit pergi sama mamahnya/sepupunya/adeknya/kakaknya, kirim-kirim foto makanan atau pemandangan dia sendiri di suatu tempat, terus izin ngga bisa kasih kabar secara intens karena harus nyetir, aslinya dia pergi sama cewe lain berdua terus foto terus asik ngobrol deh sampai lupa ada kamu yang minta kabar. Di lain waktu dia izin kumpul atau rapat sama organisasinya, hp dia mati/silent in a moment, setelah itu dia baru kasih kabar ke kamu bilang,

“Maaf sayang, rapatnya molor, kebanyakan yang dibahas, anak-anak berisik aku sampai ngga bisa fokus jadi ngga sadar deh ada bbm kamu.”

Padahal mah dia lagi jemput cewe lain yang baru dia kenal lewat media social yang baru saja dia pelajari tuh. Terus aja begitu polanya sampai kamitetep berevolusi jadi singa. Istilah ilmiahnya, MUSTAHIL, tipe seperti ini tidak akan pernah berubah terkecuali Tuhan mengijinkan. Kesimpulannya adalah, putuskan!

A Blood Sucker is sexier than a Wallet Sucker

Ya keleus WC pake acara disedot-sedot. Setiap kamu pergi nge-date yang ada kamu terus-terusan yang ngeluarin dompet, mulai dari nonton, makan, jalan-jalan, karaoke, atau sekelas membelikan si dia es krim atau rokok. Karena kamu masih dalam status “Pacaran”, tidak ada salahnya kok kamu saling patungan, 50:50. Ini berbeda dengan pelit, kamu harus bisa memilah mana yang patut kamu bayari dan tidak. Ingat, kalian masih PACARAN!

“Ay, tas itu bagus deh, aku mau tapi uangku ngga cukup, beliin ya.” Kata si cewe manis manja.

Kan kemarin udah beli, belum rusak kan?” Harap-harap cemas makan mie instan di akhir bulan.

“Belum sih, tapi yang ini sama yang itu modelnya beda.” Si cewe kedip-kedip mata. “Ya aaayyy.”

“I.. I.. Iya deh.” Si cowo hanya bisa menelan ludah.

Doh! You are not an ATM. Baru jadi pacar sudah minta macam-macam, apalagi pas nikah? Coba ubah kebiasaan pasanganmu yang borosnya mungkin melebihi porsi dia makan sehari, kalau dia beralasan lebih baik putus ya PUTUSKAN!

“You are mine and I’m (not) yours.”

Over-protective and abusive aren’t healthy in any relationship. Dia melarang kamu ini itu, dia marah ketika kamu tak juga memberikan kabar tepat waktu, dia marah ketika kamu berusaha memberi tahu kesalahan dia, dia marah ketika kamu kumpul dengan sahabat-sahabatmu, kamu mengurangi waktu “Quality Time” kamu karena ada janji dengan ortu dia marah, kamu tertidur padahal itu waktu bersama kalian dia marah, kamu asik bermain dengan hewan peliharaanmu dia marah, kamu mengobrol dengan lelaki meski dia itu tukang pulsa dia marah, semakin lama dia semakin marah pada hal-hal kecil yang selayaknya dia tidak perlu emosi.

“Kamu tidur yang nyenyak ya sayang.”

“Pasti sayang, kamu juga ya.”

Kok kamu bisa tidur nyenyak tanpa aku? Kamu tidur sama siapa?”

“Cuma sama bantal sama guling kok, yang.”

“BERANI-BERANINYA KAMU TIDUR SAMA SELAIN AKU?!!”

Dan ketika keadaan dibalik, si dia tidak terima diperlakukan seperti itu. Dia selalu beranggapan kamu miliknya seutuhnya, kewajibanmu hanya patuh pada apa yang dia ucapkan, namun dia sendiri tak pernah satu kalipun mematuhi aturan yang dia buat sendiri. Terutama untuk kamu yang menjalin LDR –Long Distance Relationship please don’t interpret it as something else- belum tentu ketika dia “menjaga”-mu seperti itu, dia juga “menjaga” dirinya sendiri sama seperti apa yang dia lakukan padamu. Untuk itu, buktikan dia memang yang terbaik yang mampu membuat diri kalian berdua menjadi pribadi yang lebih baik bagi kalian dan orang-orang di sekitar. Sekiranya kamu sudah merasa tidak nyaman sampai pada tahap tak mampu lagi di tahan, ya PUTUSKAN!

Pacaran memang terlihat menyenangkan bagi yang sedang tidak pacaran, namun pacaran tak selamanya membawa kesenangan. Jadilah orang yang tegas terhadap diri sendiri, jangan mudah terbawa omongan orang lain yang kamu sendiri belum menjamin kebenarannya. Dan jangan pernah takut untuk menjadi Jomblo karena tak selamanya Jomblo itu menyedihkan. Be a high quality Jomblo is much better than being in a relationSHIT! God bless us all.

Advertisements
Published in: on April 28, 2015 at 2:13 PM  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://thefirefliesglow.wordpress.com/2015/04/28/which-one-do-you-gonna-choose-being-single-or-living-in-hell/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: